Waspada Krisis Besar, Robert Kiyosaki Pilih Borong Bitcoin dan Perak

Jakarta, CNBC Indonesia – Penulis buku terpopuler Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki mewanti-wanti mengenai potensi krisis perbankan yang sudah semakin memburuk. Hal tersebut menyusul ancaman perang yang terus meningkat.

Ia pun memperingatkan para pengikutnya agar tetap berhati-hati dalam kondisi krisis perbankan dan ancaman perang yang besar yang akan.

“Tolong berhati-hatilah, krisis perbankan sudah semakin memburuk. Ancaman perang meningkat. Bank sentral akan mendorong penggunaan uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) untuk memata-matai kita,” demikian cuitan Robert Kiyosaki di akun pribadi X miliknya, dikutip Minggu (3/3/2024).

Karena itu, Kiyosaki pun merekomendasikan perak dan Bitcoin untuk melindungi aset ketika ekonomi bergejolak. Menurut dia, perak merupakan penawaran yang terbaik saat ini.

“Saya akan terus membeli Bitcoin dan koin perak. Perak adalah penawaran terbaik. Saya akan menggunakan perak layaknya uang, tidak seperti dolar palsu Amerika Serikat,” tambahnya.

Bicara soal investasi logam mulia, logam mulia yang cukup populer dan umum dibeli masyarakat Indonesia adalah emas. Harga perak memang cenderung lebih murah ketimbang emas, dan Anda pun bisa membelinya di butik Antam yang juga menjual emas.

Sebelumnya, Kiyosaki juga mengunggah cuitan tentang dirinya yang sering mendapat pertanyaan terkait potensi hancurnya harga Bitcoin di pasar. Kiyosaki malah mengatakan kalau dirinya sangat menyambut hal tersebut.

“Saya sering ditanya, ‘apa yang terjadi jika Bitcoin hancur?’ Jawaban saya tetap sama untuk Bitcoin, emas atau perak. Jawaban saya, ‘saya akan bahagia, dan saya akan membelinya dalam jumlah yang lebih banyak, saat kehancuran (penurunan harga) itu selesai (mencapai batas bawah).’ Semua kehancuran yang ada di pasar, terjadi karena ada diskon terhadap aset-aset, diskon adalah hal yang saya sukai,” ucap Kiyosaki di X (24/2/2024).

Seperti diketahui pada pukul 09.40 di hari ini, pasar kripto relatif bergerak di zona hijau pada hari ini (27/2/2024) diikuti kenaikan stablecoin yang telah mencapai US$140 miliar pada bulan ini.

Merujuk dari CoinMarketCap hari ini pukul 07:14 WIB, pasar kripto kompak menguat. Harga Bitcoin selama tujuh hari (sepekan) naik hingga hari ini (11.40 WIB) naik 8,16% ke US$55.999,11. Sementara itu performa Ethereum dalam sepekan terpantau naik 10,1% di waktu dan periode yang sama.

Bagi para pemula, aset kripto merupakan salah satu aset yang bisa menghasilkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat namun berbanding lurus dengan risikonya. Dengan pasar yang terbuka selama 24 jam, dan tidak adanya auto reject atas maupun bawah seperti saham, potensi kerugian juga terbilang cukup tinggi.

Mengutip pernyataan Ryan Filbert dalam CNBC Indonesia Investment Expo 2023 pada September lalu, analisis kuantitatif bisa dilakukan untuk menyortir aset kripto mana yang layak investasi. Pemilihan bisa dilakukan untuk aset kripto yang telah eksis selama 5 tahun terakhir, market cap, dan faktor teknikal lainnya.

Filbert juga sempat mengatakan bahwa agar kita terhindar dari kripto yang abal-abal, disarankan untuk melakukan pengecekan di bursa perdagangan kripto.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kiyosaki: Anda Miskin karena Punya Teman & Keluarga Kere!


(haa/haa) 

Updated: Maret 3, 2024 — 11:32 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *