Wall Street Dibuka Beragam, Data Penjualan Retail Di Bawah Ekspektasi!

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street dibuka beragam dengan mayoritas berada di zona penguatan pada perdagangan Kamis (15/2/2024). Meski demikian, kenaikan terbatas oleh data penjualan eceran AS yang lebih lemah dari yang diharapkan.

S&P 500 naik tipis 0,1% pada awal perdagangan, sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan sebesar 0,2%. Dow Jones Industrial Average menguat 0,4% setara dengan 147 poin.

Investor mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi ekonomi AS pada hari Kamis, dengan penjualan eceran Januari yang turun 0,8%, jauh lebih buruk dibanding perkiraan penurunan 0,3% yang diharapkan oleh ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kekuatan konsumen AS di bawah beban inflasi yang tinggi dan suku bunga yang juga tinggi, dan menurunkan imbal hasil obligasi.

Musim rilis laporan keuangan terus memberikan gambaran yang rumit tentang korporasi Amerika. Tripadvisor melonjak 5% setelah berhasil mengalahkan perkiraan kinerja keuangan.

Di sisi lain, saham Cisco turun lebih dari 1% setelah perusahaan teknologi itu mengumumkan pemotongan tenaga kerja dan proyeksi penjualan ke depan yang lemah. Saham Deere turun 5% setelah produsen mesin pertanian tersebut menurunkan perkiraan laba bersih setahun penuhnya. Saham Alphabet ambles hampir 3%.

Pasar modal AS mengalami reli pada Rabu tetapi masih belum recovery sepenuhnya pasca aksi penjualan besar-besaran pada Selasa, yang terjadi setelah laporan inflasi yang lebih tinggi dari yang diharapkan. S&P 500 berhasil merebut kembali level 5.000, ditutup sedikit di atasnya.

“Tidak mengejutkan dengan CPI yang sedikit lebih tinggi, kita memiliki reaksi yang berlebihan, dan saya pikir kita kemungkinan akan mencoba untuk mendapatkan kembali sebagian dari itu selama sisa pekan ini. Kemarin adalah contoh yang baik dari itu, dan hari ini terasa seperti gerakan naik yang sama,” kata Art Hogan, chief market strategist di B. Riley Wealth Management dalam wawancara dengan CNBC. “Kami optimis terhadap pasar ini ke depan.”

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected] 

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Wall Street Hijau Jelang Potensi Suku Bunga The Fed Ditahan!


(mza/mza) 

Updated: Februari 15, 2024 — 9:35 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *