Sayur Beku vs Sayur Segar, Mana yang Memiliki Kandungan Gizi Lebih Sehat?

Better experience in portrait mode.
sayuran sehat

Banyak orang kini beralih ke makanan beku, termasuk sayuran, karena dianggap lebih praktis. Tanpa repot mencuci dan memotong, sayuran beku siap olah menjadi berbagai masakan.

© 2024 merdeka.com

Meski demikian, muncul pertanyaan seputar kualitas nutrisi antara sayuran beku dan sayuran segar.

Bagaimana sebenarnya cara penyimpanan sayuran beku agar nutrisinya tetap terjaga?

Mari kita eksplorasi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam ulasan ini.

Sayuran Segar dan Beku: Perbandingan Nutrisi

Makanan beku sering dianggap memiliki nilai gizi yang lebih rendah, memunculkan keraguan terhadap kualitas nutrisi sayuran yang dibekukan.

Namun, sebenarnya, sayuran beku memiliki nilai gizi hampir setara dengan sayuran segar. Kunci utamanya terletak pada waktu panen dan proses pembekuan yang dilakukan oleh produsen.

Sayuran yang dibekukan segera setelah panen cenderung mempertahankan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. 

Hal ini karena sayuran segar dapat kehilangan nutrisi selama proses sortir, distribusi, dan penjualan.

Proses pembekuan yang dilakukan oleh produsen dapat mengunci berbagai zat gizi dalam sayuran, menjaga kualitasnya.

Perubahan Kandungan Gizi pada Sayuran Beku

Menurut American Council on Exercise (ACE), proses pembekuan tidak banyak memengaruhi kandungan serat, karbohidrat, dan mineral pada sayuran.

Namun, proses blanching yang umum dilakukan sebelum pembekuan dapat mengakibatkan penurunan vitamin B kompleks dan vitamin C yang larut dalam air.

Proses blanching, yang melibatkan pemasukan sayuran ke dalam air mendidih untuk beberapa detik, bertujuan menghilangkan kotoran, getah, dan enzim yang dapat merusak kandungan gizi. 

Meskipun demikian, tidak semua nutrisi berkurang, dan beberapa bahkan dapat bertahan atau meningkat selama proses ini.

Kandungan Gizi yang Berubah pada Sayuran Beku

1. Vitamin B kompleks: Proses blanching dan pembekuan dapat mengurangi kandungan vitamin B1 dan B9 pada sayuran, karena vitamin B kompleks sensitif terhadap suhu tinggi dan cahaya.

2. Vitamin C: Vitamin C larut dalam air, dan eksposur terhadap suhu tinggi, cahaya, dan oksigen selama proses blanching hingga penyimpanan dapat menurunkan kandungan vitamin ini.

3. Fitokimia

Zat fitokimia, yang terdapat pada tumbuhan, cenderung berkurang pada sayuran beku dibandingkan sayuran segar, meskipun bisa bertahan pada sayuran yang memiliki kulit.

4. Vitamin larut lemak

Vitamin A dan E dapat bertahan lebih lama selama proses blanching dan pembekuan, dengan beberapa produk beku bahkan memiliki kandungan beta karoten (bahan baku vitamin A) yang lebih tinggi daripada produk segar.

Tips Menyimpan Sayuran Beku untuk Kualitas Terjaga

Meskipun kualitas nutrisi sayuran beku hampir setara dengan sayuran segar, penting untuk menyimpan dan mengolahnya dengan benar agar teksturnya tetap terjaga. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:

© 2024 merdeka.com

1. Memilih Sayuran yang Tepat untuk Dibekukan

Beberapa sayuran, seperti kol, selada, timun, dan dedaunan kecil, dapat mengalami perubahan warna dan rasa saat dibekukan karena tingginya kandungan air. Pilihlah sayuran yang lebih cocok untuk dibekukan.

© 2024 merdeka.com

2. Pemilihan Wadah Penyimpanan yang Tepat

Jika membeli sayuran beku dalam kemasan, segera simpan di dalam freezer.

Namun, jika ingin membekukan sendiri, gunakan wadah plastik khusus makanan yang kedap udara, tahan uap air, dan tidak mudah rapuh pada suhu rendah.

3. Hindari Penyimpanan yang Terlalu Lama

Meski sayuran beku dapat tahan lama, sebaiknya digunakan dalam waktu 8–12 bulan pada suhu sekitar -17°C untuk mempertahankan kualitasnya.

Sayuran Beku, Pilihan Praktis dengan Kualitas Nutrisi

Sayuran beku bisa menjadi alternatif praktis dibandingkan sayuran segar.

Meskipun terdapat beberapa perubahan pada kandungan gizinya, proses pembekuan masih menjaga nilai nutrisi sayuran.

Penting untuk memilih, menyimpan, dan mengolah sayuran beku dengan bijak agar tetap memperoleh manfaat gizi yang optimal.

Sebagai penutup, kutipan dari ahli gizi terkenal, “Penting untuk memahami bahwa keseimbangan dan variasi dalam pola makan tetap kunci untuk mencapai pola makan sehat, baik dengan sayuran segar maupun beku.”

Rekomendasi

Nutrisi

Tak Selalu Sayur, Ini 7 Alternatif Sumber Serat yang Sehat dan Bisa Jadi Pilihan

Sayuran merupakan salah satu sumber utama dari serat yang bisa kita konsumsi. Namun, selain sayur ternyata ada alternatif makanan lain sebagai sumber serat.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Manfaat Lobak

Manfaat Lobak bagi Kesehatan, Baik untuk Pencernaan dan Imun Tubuh

Kandungan nutrisi dalam lobak menawarkan beragam manfaat kesehatan bagi manusia.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Nutrisi

Ketahui Dampak Masing-masing Teknik Memasak Terhadap Kandungan Nutrisi Sayuran

Teknik memasak yang berbeda bisa memiliki dampak yang berbeda pada sayuran.

Baca Selengkapnya

Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasivideo untuk kamu.
SWIPE UP

Untuk melanjutkan membaca.

Rekomendasi

Kekurangan Zat Besi Pada Bayi

Dampak Kekurangan Zat Besi pada Anak, Bisa Pengaruhi Kecerdasan si Kecil

Kekurangan zat besi memiliki dampak yang serius pada kesehatan anak. Zat besi adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk tumbuh kembang mereka.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Batuk

Jenis Buah untuk Meredakan Batuk, Efektif dan Kaya Nutrisi

Terdapat beberapa jenis buah yang efektif meredakan gejala batuk.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Ayam

Dari Dada, Paha, hingga Sayap Ternyata Ini yang Paling Tinggi Proteinnya

Ayam, sebagai salah satu bahan makanan yang sangat umum digunakan, memang memiliki beragam bagian dengan kandungan protein dan lemak yang berbeda-beda.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Makanan tinggi kalsium

Sayuran Tinggi Kalsium yang Wajib Dikonsumsi, Baik untuk Perkuat Tulang

Meskipun produk susu sering dianggap sebagai sumber utama kalsium, ada banyak sayuran berkalsium tinggi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium kita.

Baca Selengkapnya

 

Updated: Januari 17, 2024 — 3:32 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *