Persiapan Rekonstruksi Pasar Pagi Samarinda, Dishub Susun Rekayasa Pengalihan Arus Lalu Lintas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda akan segera mengerjakan proyek pembangunan ulang Pasar Pagi Samarinda.

Dalam persiapan ini, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan saling bersinergi unuk menyelesaikan proyek ini.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu pada TribunKaltim hari ini, Kamis (18/1/2024).

Ia mengatakan pihaknya telah merancang rekayasa pengalihan arus lalu lintas.

Tak hanya untuk melancarkan arus lalu lintas di kawasan Pasar Pagi saja, upaya ini juga diharapkan dapat menjaga keselamatan pengguna jalan selama pembongkaran dan pengangkutan material hasil bongkar Pasar Pagi.

Baca juga: Perwakilan 48 Pemilik SHM Pasar Pagi Bantah Pernyataan Walikota Samarinda, Sebut Tak Ada yang Setuju

Baca juga: Walikota Samarinda Sebut 17 dari 48 Pemilik SHM Pasar Pagi Setuju, Ketua Tim: Itu Tidak Benar

“Ini dalam rangka mitigasi awal terkait dengan revitalisasi Pasar Pagi, bilamana pembongkaran dan pengangkutan material hasil bongkar Pasar Pagi dilakukan di Jalan Tumenggung,” ungkapnya.

Adapun rekayasa lalu lintas yang dilakukan yakni sebagai berikut :

1. Pemberlakuan wajib belok kiri kendaraan dari arah JI.Jendral Sudirman, menuju JI.KH.Khalid dengan pemasangan road barrier sebagai pengarah arah lalu lintas;

2. Pertengahan JI. Mas Tumenggung di persimpangan JI. KH Abdullah Maritsi, sehinggamenutup jalur JI. Mas Tumenggung ke arah JI. Gajahmada, namun tidak menutuparah menuju JI. KH.Abdullah Marisi;

3. Kendaraan dari arah JI. Panglima Batur yang menuju JI.Mas Tumenggung di arahkanmenuju ke JI. KH.Abdullah .Marisi dengan pemasangan Road Barrier sebagaiPengarah Lalu Lintas;

4. Penutupan JI. Temunggung pada segmen Simpang 3 JI. KH.Abdullah Marisi s/dSimpang 3 Masjid Raya – JI. Mas Tumenggung di lakukan untuk penyedian lahan bongkar muat material.

Manalu mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Satlantas terkait pola arus lalu lintas baru ini.

Di samping itu juga, Manalu berharap rekayasa ini dapat dipahami masyarakat sehingga proses pengalihan ini memberikan dampak positif terhadap keselamatan serta kelancaran berlalu lintas di sekitar area rekonstruksi.

“Agar masyarakat memahami dan terbiasa dengan pola arus lalu lintas ini,” ungkapnya.

Sambil menunggu proses lelang proyek rekonstruksi Pasar Pagi, dalam waktu dekat pihaknya akan menutup Jalan Tumenggung menggunakan barrier

Baca juga: Soal 48 Pemilik SHM yang Tolak Revitalisasi Pasar Pagi, Andi Harun: Sudah 17 Orang yang Setuju

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau hasil dari rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan. Jika dalam pelaksanaan terdapat kendala atau permasalahan, pihaknya akan kembali menyusun formulasi baru.

“Dengan adanya kondisii yg berubah ini kami pasti stanby dulu untuk sambil melihat apakah ini sudah efektif, kalau ada kendala kita akan formasikan dan evaluasi kembali,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Updated: Januari 18, 2024 — 11:20 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *