Mengapa Kita Ikut Bernyanyi Lagu yang Dinyanyikan Orang Lain?

Jakarta

Bukan rahasia jika musik bisa membuat tubuh kita memberikan reaksi—fisik dan emosi—yang beragam. Namun berdasarkan pengalaman banyak orang, musik bisa memengaruhi pikiran kita.

Misalnya saja, ketika kita mendengar orang bernyanyi sebuah lagu, tanpa sadar kita pun ikut menyanyikannya. Inilah bagaimana musik bisa menciptakan citra secara tidak sengaja.

Lagu yang Terus Diputar di Kepala

Dilansir Sound of Life, mendengarkan sebuah melodi sekali atau dua kali saja bisa membuat otak ikut bernyanyi dalam pikiran—kemungkinan “terjangkit” earworm meningkat secara signifikan setelah enam kali pengulangan nada tersebut. Lantas, apa yang membuat lagu itu stuck di dalam kepala kita dan ikut menyanyikannya?

1. Popularitas dan Pengulangan

Ketika sebuah lagu sangat populer, peluang seseorang untuk mendengarnya juga lebih tinggi. Jadi, wajar bila lagu yang sangat populer jadi melekat di kepala kamu. Dua kali adalah jumlah minimal pengulangan yang harus kamu dengarkan sebuah lagu agar bisa mengingatnya tanpa sadar; mendengarkannya lebih dari enam kali memberi kamu peluang lebih besar untuk terjebak dengannya. Musik baru tidak akan pernah langsung terngiang—kecuali jika musik itu dibuat sendiri.

2. Familiaritas

Studi menunjukkan aktivitas otak lebih tinggi dan produksi dopamin tambahan ketika sebuah lagu diketahui pendengarnya. Tidak masalah apakah kamu menyukai lagunya atau tidak; efek positifnya tidak muncul begitu saja terhadap lagu yang asing. Oleh karena itu, peluang untuk “terjangkit” earworm semakin besar jika suatu lagu semakin sering didengarkan. Ini menjelaskan kenapa musik diputar di radio dan tangga lagu dalam format lain menjadi earworm yang menempel di kepala banyak orang.

3. Struktur Melodik

Earworm yang paling catchy terbentuk dari melodi sederhana dan universal yang bisa kita nyanyikan dengan mudah. Struktur ritme yang mudah untuk ditarikan juga membantu. Penelitian menunjukkan bahwa interval jarak dekat pada nada-nada dengan durasi yang lebih lama meningkatkan potensi sebuah lagu menjadi earworm.

Kalau liriknya sederhana dan berulang, serta suara dan ritmenya ceria dan presisi, maka sebuah lagu berpotensi tinggi menjadi earworm. Penelitian menunjukkan kalau melodi yang jatuh dan mudah naik lagi juga menarik perhatian. Melodi yang mudah ditebak dan tiba-tiba mengejutkanmu dengan twist yang tidak terduga—namun tetap mudah untuk dinyanyikan—mudah menempel dalam ingatanmu.

4. Emosi

Lagu-lagu yang membangkitkan nostalgia dan kenangan lebih cenderung melekat di kepalamu karena emosi yang kamu rasakan saat mendengarnya. Apalagi jika lagu tersebut juga punya lirik emosional tentang pengalaman yang umum dialami kebanyakan orang. Musik mungkin muncul kembali di otakmu saat kamu memikirkan hal-hal yang pertama kali kamu kaitkan dengan sebuah lagu.

Nah, itulah alasan-alasan mengapa kita bisa ikut bernyanyi ketika orang lain terus-menerus mengulang lagu yang sama. Fenomena ini cukup unik karena kita melakukannya hampir setiap hari ketika ada orang yang menyanyikannya—bahkan tanpa disadari.

Kalau kamu, lagu apa nih yang suka terngiang di kepalamu hari ini?

(DIR/alm) 

Updated: Februari 24, 2024 — 7:29 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *