Ilmuwan Akan Bangkitkan Kembali Mammoth Berbulu yang Hidup 6,2 Juta Tahun Lalu, Catat Waktunya


Ilmuwan Akan Bangkitkan Kembali Mammoth Berbulu yang Hidup 6,2 Juta Tahun Lalu, Catat Waktunya

sains

Mammoth atau mamut adalah sejenis gajah purba, hidup dari zaman Miosen akhir sampai Holosen.

Para peneliti telah mencapai terobosan yang luar biasa dalam upaya menghidupkan kembali mammoth atau mamut berbulu, sejenis gajah purba. Ilmuwan dari Colossal Biosciences berhasil menciptakan sel induk gajah “pluripotent”, yang dapat tumbuh menjadi sel mana pun di dalam tubuh.

Sumber: Greek Reporter

Mamut hidup dari zaman Miosen akhir, sekitar 6,2 juta tahun lalu sampai Holosen sekitar 4.000 tahun lalu.

Salah satu pendiri dan ahli genetika utama Colossal, Dr. George Church menjelaskan penciptaan sel-sel ini “membuka pintu” menuju kebangkitan kembali mamut.

“Bukanlah sebuah ekstrapolasi besar untuk berpikir bahwa kita akan dapat melakukan sintesis dalam skala besar di masa depan,” kata Church.

Menariknya, kunci dari kemajuan ini adalah kemampuan untuk mengubah sel-sel gajah menjadi sel induk pluripotent. Dalam penelitiannya, Shinya Yamanaka menemukan cara untuk mengubah sel-sel dewasa menjadi sel induk pada tahun 2006. Namun, ini adalah langkah pertama dalam upaya untuk menghidupkan kembali mamut, sebuah tugas yang belum pernah dilakukan pada gajah sebelumnya.

Para ilmuwan berharap dapat memperbaiki sel-sel ini dengan menggunakan gen yang diambil dari mayat mamut berbulu, memungkinkan sel telur yang dihasilkan untuk ditanam dalam rahim buatan. Meskipun tujuan akhirnya adalah menghidupkan kembali mamut berbulu, Dr. Church menyatakan langkah pertama adalah menciptakan hibrida gajah-mamut.

Teknologi pengeditan gen yang disebut CRISPR telah mengubah pandangan para ilmuwan dari teori menjadi kenyataan. Dengan menggunakan alat ini, Colossal telah mengambil langkah-langkah krusial menuju kebangkitan mamalia yang telah punah.

Church menjelaskan, dengan membandingkan genom mamut berbulu yang masih hidup dengan genom gajah modern, mereka dapat menyesuaikan gen untuk menghasilkan hewan yang memiliki ciri-ciri mirip mamut. Proyek ini tidak hanya tentang kembali menghidupkan mamut, tetapi juga tentang memahami konsekuensi dan dampak lingkungan.

Para ilmuwan di Colossal berpendapat, proyek mereka mungkin bermanfaat bagi lingkungan Arktik dengan mengurangi lumut dan meningkatkan padang rumput. Namun, pendukung proyek ini harus mempertimbangkan dampaknya yang mungkin besar terhadap lingkungan dan ekosistem. Meskipun teknis memungkinkan, pertanyaan etis tentang keberadaan kembali mamut berbulu tetap terbuka. Menyadari risiko dan dampak potensial, beberapa ilmuwan mengambil sikap hati-hati dalam menghadapi proses ini.

Meskipun langkah besar telah diambil, masih ada tantangan besar yang harus diatasi sebelum mamut berbulu dapat berkeliaran di Siberia. Diperlukan upaya besar untuk menciptakan rahim buatan yang dapat mengasuh janin mamut dan menjamin kelangsungan hidupnya.

Dengan upaya yang terus berlanjut, para ilmuwan berharap pada 2028, mamut berbulu dapat hidup kembali secara genetik. Mungkin inilah awal dari era kebangkitan mamalia besar yang akan meramaikan bumi sekali lagi.

Rekomendasi

arkeolog

Arkeolog Temukan ‘Gua Surga’ Berisi Tulang Mammoth, Singa Prasejarah, dan Jejak Spesies Manusia

Arkeolog Temukan ‘Gua Surga’ Berisi Tulang Mammoth, Singa Prasejarah, dan Jejak Spesies Manusia

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Ilmuwan

Ilmuwan Akhirnya Temukan Jawaban Mengapa Manusia Tidak Punya Ekor

Ilmuwan Akhirnya Temukan Jawaban Mengapa Manusia Tidak Memiliki Ekor

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

sains

Ilmuwan Temukan Fosil Cumi-cumi Vampir yang Hidup 183 Juta Tahun Lalu, Masih Ada Mangsa di Lengannya

Ini adalah fosil yang sangat langka karena menggambarkan interaksi predator dan mangsanya.

Baca Selengkapnya

Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasivideo untuk kamu.
SWIPE UP

Untuk melanjutkan membaca.

Rekomendasi

sains

Ilmuwan Berhasil Pecahkan Misteri Mengapa Panda Langka Ini Berwarna Cokelat, Bukan Hitam-Putih, Begini Penjelasannya

Warna berbeda pada bulu panda langka ini membingungkan ilmuwan selama puluhan tahun.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Orang Kaya

Hidupnya Mengais Makanan dari Tong Sampah Mirip Gelandangan, Tapi Ternyata Miliuner yang Punya 10 Rumah

Hidupnya Mengais Makanan dari Tong Sampah Mirip Gelandangan, Tapi Ternyata Miliuner yang Punya 10 Rumah

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

sains

Ikan Paus Ini Hidup Sejak Zaman Purba, Punya Paruh Seperti Tang dan Telurnya Beracun

Ikan ini juga disebut “fosil hidup” karena masih eksis sejak jutaan tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

sains

Ikan Paus Ternyata Jago Nyanyi, Ilmuwan Ungkap Makna di Balik Lantunan Misteriusnya

Misteri suara yang muncul dari laut dalam akhirnya terungkap.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

sains

Ilmuwan Temukan Fosil Naga Berusia 240 Juta Tahun, Panjangnya Sampai 5 Meter, di Sini Lokasinya

Makhluk ini mirip seperti naga China seperti yang sering kita lihat di film.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

artefak

Melelehnya Es di Pegunungan Ungkap Temuan Ribuan Artefak Berburu Berusia 6.000 Tahun, Ada Mata Panah dan Tongkat

Melelehnya Es di Pegunungan Ungkap Temuan Ribuan Artefak Berburu Berusia 6.000 Tahun, Ada Mata Panah dan Tongkat

Baca Selengkapnya

 

Updated: Maret 8, 2024 — 11:38 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *