Identitas Satpam dan Istrinya Dicatut Kredit Rp100 Juta, Nama Sama Tapi Foto dan Tanda Tangan Beda

pencatutan nama

Suratul Padli bersama istri datang ke Polda NTB dengan pendampingan kuasa hukum.

Seorang satuan pengamanan (satpam) bernama Suratul Padli bersama istrinya, Listiani Hartati, mendatangi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat terkait dengan pencatutan nama mereka untuk kredit di salah satu bank pelat merah.

Suratul Padli bersama istri datang ke Polda NTB dengan pendampingan kuasa hukum, Lalu Anton Hariawan dan Sudirman. Keduanya membawa surat laporan ke Gedung Ditreskrimsus Polda NTB, Kamis.

Usai menunjukkan laporan kepada petugas, Suratul Padli bersama istri dengan pendampingan kuasa hukum langsung menuju ruang Subdit II Bidang Perbankan Reskrimsus Polda NTB.

Setelah 1 jam lamanya berada dalam ruangan, keduanya yang ditemui wartawan mengaku telah memberikan keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di hadapan kepolisian.

Dalam kesempatan itu, Suratul Padli mengatakan bahwa dirinya bersama istri mengetahui adanya pencatutan nama mereka untuk kredit di salah satu bank pelat merah pada tanggal 2 November 2023.

“Waktu itu istri saya yang di rumah. Istri saya didatangi pegawai bank tersebut inisialnya FR. Dia cari nama Listiani Hartati, itu istri saya. Tujuannya datang mau nagih karena ada nama istri saya yang nunggak kredit di salah satu bank pelat merah terebut,” kata Padli.

Istri dari Padli lantas mengatakan bahwa mereka tidak pernah melakukan perjanjian kredit atau mengajukan pinjaman ke salah satu bank pelat merah.

“Pegawai itu lantas menunjukkan identitas yang mengajukan kredit. Memang benar identitas KTP yang tertera dalam datanya itu punya istri saya dan saya juga, tetapi foto, nomor kontak, dan tanda tangan yang ada di data itu bukan istri dan saya, itu orang lain,” ujarnya.

Dengan adanya persoalan ini, Padli meminta bantuan hukum dari Lalu Anton Hariawan dan Sudirman. Bersama kuasa hukum, Padli mendatangi kantor salah satu bank pelat merah itu untuk meminta penjelasan terkait dengan tunggakan kredit tersebut.

“Kami mendampingi korban untuk minta penjelasan, siapa yang mencatut nama korban ini, tetapi sampai sekarang tidak ada tanggapan sehingga korban memilih untuk melaporkan ke Polda NTB,” kata Anton.

Dalam laporan, korban turut mencantumkan bukti percakapan via WhatsApp dengan pegawai bank itu berinisial FR yang memberikan penjelasan terkait dengan foto dan nomor kontak orang yang mencatut nama korban.

“Makanya, foto dan nomor kontak orang yang mencatut nama klien kami turut kami cantumkan sebagai bukti kelengkapan dalam laporan ke polisi,” ujarnya.

Ada juga, kata dia, salinan setoran kredit yang sudah berjalan sejak April 2022 hingga September 2023. Padli bersama istri tercatat di bank tersebut mendapat pinjaman uang Rp100 juta dengan setoran cicilan per bulan Rp1.521.100,00.

Anton menjelaskan tujuan korban melapor ke Polda NTB agar mengetahui siapa yang bertanggung jawab dari pencatutan nama untuk kredit dan nama dari korban bersama istri bisa dibersihkan dari kredit fiktif tersebut.

“Biar tidak terulang juga karena modus seperti ini ‘kan bahaya, siapa pun bisa kena. Sebenarnya kami sudah upayakan ke bank tersebut, ajukan somasi agar dipertemukan siapa oknum yang gunakan data pribadi klien kami ini. Akan tetapi, tidak ada tanggapan. Makanya, kami lapor ke Polda NTB agar persoalan ini bisa jelas,” ucap Anton.

Terkait dengan laporan tersebut, Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol. Rio Indra Lesmana mengaku telah mengonfirmasi kepada pihak Ditreskrimsus Polda NTB. Namun, belum ada tanggapan.

“Saya sudah tanyakan, tetapi belum juga ada respons dari krimsus,” kata Rio.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol. Nasrun Pasaribu yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat via WhatsApp juga belum memberikan tanggapan terkait dengan laporan korban pencatutan nama untuk kredit di bank pelat merah tersebut.

Rekomendasi

TNI Modus Sindikat Penggelapan Motor di Sidoarjo hingga Sewa Gudang TNI Rp20 Juta/Bulan: Pakai Identitas Palsu buat Kredit

Kendaraan bermotor yang dititip parkir di gudang TNI berjumlah ratusan mobil dan motor

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

pembunuhan Identitas Korban Lain Kasus Penyiraman Air Keras Pedagang Semangka di Kramat Jati

Penetapan tersangka dilakukan, setelah DJ berhasil ditangkap di kawasan Bambu Apus, Pamulang.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

KDRT Terungkap Motif Pegawai BNN Aniaya Istri, Dipicu Larangan Bertemu Ortu Hingga Utang di Bank

Tersangka KDRT berinisial AF (42) itu akhirnya ditahan oleh polisi.

Baca Selengkapnya

Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasivideo untuk kamu.
SWIPE UP

Untuk melanjutkan membaca.

Rekomendasi

Pelanggaran Pemilu Terima Surat dari PPATK soal Transaksi Janggal pada Masa Kampanye, Bawaslu: Bersifat Rahasia

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengaku pihaknya telah menerima surat dari PPATK terkait transaksi janggal pada masa kampanye.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

kasus dugaan penggelapan dan pemalsuan Nestapa Petani Kacung Supriatna, Syok Tak Pernah Ngutang Tiba-Tiba Dapat Tagihan Rp4 M dari Bank

Saat dia mencocokkan data yang dibawa penagih, diduga ada praktik pemalsuan data-data tersebut diduga palsu.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

OJK Tagih Cicilan Kredit ke Masyarakat Kini Ada Aturannya, Tak Boleh di Hari Libur Nasional dan Ada Jamnya

Dalam ayat 2, OJK mengatur PUJK agar tidak menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan konsumen.

Baca Selengkapnya

Rekomendasi

Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Ganjar-Mahfud Janji Hapus Kredit Macet Nelayan Rp190 Miliar

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD berjanji menghapuskan tunggakan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) para nelayan.

Baca Selengkapnya

 

Updated: Januari 25, 2024 — 7:30 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *