Akui Ada Perubahan Banjir Samarinda, Akademisi: Belum Seperti Ekspektasi, Walikota Tetap Evaluasi

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Hari ini, Minggu (21/1/2024) adalah Hari Ulang Tahun Kota Samarinda, banjir ibu kota Provinsi Kalimantan Timur masih jadi perhatian publik.

Menurut akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), bagi masyarakat harapan soal Samarinda tetap sama.

Untuk semua program pemerintah, Walikota Samarinda, Andi Harun menegaskan komitmennya untuk selalu melakukan evaluasi termasuk program-program prioritas seperti pengendalian banjir.

Simak selengkapnya catatan akademisi soal kinerja Pemerintah Kota Samarinda dan bagaimana komitmen Walikota Samarinda, Andi Harun terkait empat tahun masa pemerintahannnya.

Baca juga: Warga Apresiasi Pengendalian Banjir Pemkot Samarinda, Banjir Mulai tak Betah, Air Cepat Surut

Baca juga: Siapa La Mohang Daeng Mangkona? Sosok yang Diklaim Pendiri Kota Samarinda, Ini 4 Faktanya

Baca juga: Tradisi HUT Samarinda, Ziarah ke Makam Pendiri Kota La Mohang Daeng Mangkona, Sejarah dan Syukur

Herdiansyah Hamzah, Dosen Fakultas Hukum Unmul menyoroti sejumlah persoalan di kota Samarinda.

“Tidak berubah, artinya problem Samarinda belum bergerak juga. Perubahannya belum signifikan,” katanya.

Ia mengakui, banjir Samarinda ada perubahan, tapi belum seperti ekspektasi publik.

Penanganan tambang ilegal juga belum sesuai harapan, terutama warga terdampak.

“Intinya, kalau ingin on the track sesuai dengan tagline Samarinda Kota Peradaban, PR ke depan masih banyak. 

Tata kotanya, lingkungannya, pendekatannya terhadap warga, pelibatan warga dalam setiap pengambilan kebijakan, bahkan hingga penghargaannya terhadap guru, perlu dilipatgandakan,” katanya.

Selain itu, Herdiansyah Hamzah juga menyoroti penertiban parkir liar yang belum konsisten dilakukan.

PERSOALAN KOTA SAMARINDA – Pengamat dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah menyoroti sejumlah persoalan Kota Samarinda, termasuk pengendalian banji.  (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS)

“Di awal-awal sempat kencang, tapi melemah kemudian.

Soal perda-perda  perlu upaya harmonisasi dan evaluasi,” katanya.

Termasuk evaluasi terhadap perda-perda mandul, dan itu hanya bisa dilakukan dengan riset mendalam dan serius.

Halaman selanjutnya

Sumber: Tribun Kaltim

BERITATERKAIT

Baca Juga

Ikuti kami di

 

Updated: Januari 20, 2024 — 11:30 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *